Selasa, 17 November 2020

KARYA ILMIAH BUDAYA TARIAN LOKAL ADAT SUNDA

 

 

KARYA ILMIAH

BUDAYA TARIAN LOKAL

ADAT SUNDA

 





 

 

 

Oleh :

TRIANISA MAYANGSARI

11520060

 

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

 

TAHUN AJARAN 2020/2021

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun tulisan ilmiah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam tulisan ilmiah ini saya akan membahas mengenai budaya tarian lokal yang ada di daerah saya yaitu budaya sunda.

Tulisan ilmiah ini saya buat dengan berbagai sumber informasi untuk membantu menyelesikan tantangan dan hambatan selama saya mengerjakan tugas ini. Oleh karea itu, saya mengucapkan terimakasih kepada sumber-sumber informasi yang telah membantu saya dalam menyusun karya ilmiah ini.

Saya juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada tulisan ilmiah ini. Dimohon kemaklumannya, dan semoga tulisan ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca maupun saya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tangerang Selatan, 12 November 2020

 

 

                                                                            TRIANISA MAYANGSARI

 

 

 

i

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i

DAFTAR ISI......................................................................................................... ii

BAB I    PENDAHULUAN.................................................................................. 1

1.1  Latar Belakang................................................................................... 1

1.2  Rumusan Masalah.............................................................................. 1

1.3  Tujuan Penulisan................................................................................ 2

1.4   Manfaat Penulisan............................................................................. 2

BAB II   PEMBAHASAN.................................................................................... 3

2.1  Macam-macam Tari Tradisionl Sunda............................................ 3

2.2  Makna-makna yang Terkandung..................................................... 6

2.3  Upaya Membuat Generasi Mendatang Lebih Mengenai

dan Tertarik dengan Seni Tradisional ............................................ 7

BAB III  PENUTUP............................................................................................. 8

3.1  Kesimpulan......................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

 

                  1.1        LATAR BELAKANG



Republik Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan adat istiadat. Indonesia terdiri dari 33 provinsi juga terdiri dari belasan ribu pulau dengan jumlah populasi yang saat ini mencapai 260 juta penduduk. Tidak hanya terdapat banyak penduduk, negara kita juga sangat kaya akan kebudayaan dan kearifan lokal di masing-masing daerah, dengan kata lain terdapat banyak sekali suku, budaya, dan adat istiadatnya. Kebudayaan daerah memiliki berbagai macam bentuk. Hasil kebudayaan paling terkenal dan mudah dikenali sebagai ciri khas satu kebudayaan adalah tarian tradisional.

Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang masih sangat menjaga berbagai tarian khas yang dimilikinya. Salah satunya adalah budaya Sunda yang ada di kabupaten Bandung. Budaya Sunda  merupakan budaya yang ada di daerah sunda dan salah satu budaya yang berpengaruh bagi perkembangan budaya di Indonesia. Namun maraknya kasus pencurian kebudayaan mengingatkan kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang cinta Tanah Air untuk melestarikan semua kebudayaan yang original.

Sunda memiliki beberapa tari tradisional, walau sayangnya cukup banyak generasi penerus yang masih belum mengenalinya. Seharusnya sebagai generasi penerus kita dapat mengenali dan menjaga tarian tradisional yang ada agar tidak hilang. Dan dalam tulisan ilmiah ini saya akan lebih memfokuskan ke arah kesenian, khusunya seni tari tradisional yang ada di daerah Sunda. Guna meningkatkan pemahaman kita akan seni tari yang ada di daerah Sunda.

           

                1.2 RUMUSAN MASALAH

Ø  Apa saja tari tradisional yang ada di Bandung?

Ø  Apa makna dan dari tarian-tarian tersebut?

Ø  Bagaimana upaya membuat generasi mendatang lebih mengenal dan tertarik pada seni tradisional?

 

 

 

1

1.3 TUJUAN PENULISAN

Ø Mengetahui apa saja tari tradisional yang ada di Bandung.

Ø Mengetahui apa makna dari tarian-tarian tersebut.

Ø Mengetahui bagaimana upaya membuat generasi mendatang lebih mengenal dan tertarik dengan seni tradisional.

 

1.4 MANFAAT PENULISAN

Ø Mendapat banyak ilmu dan pengetahuan baru.

Ø Untuk mengetahui tari tradisional apa saja yang ada di Bandung.

Ø Memahami makna yang ada di setiap tarian.

Ø Membuat generasi mendatang lebih mengenal dan tertarik dengan seni tradisional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PEMBAHASAN

 

            2.1 MACAM-MACAM TARI TRADISIONAL SUNDA

   Bandung sejauh ini memiliki cukup banyak tari tradisional, berikut ini akan saya paparkan beberapa tari yang menurut saya cukup menarik.

1.     Tari Ketuk Tilu




Tari Ketuk Tilu berasal dari Sunda, Jawa Barat. Kata tilu kalau diartikan ke bahasa Indonesia artinya tiga. Menurut sejarahnya ada kemungkinan nama ketuk tilu diambil karena iringan musik untuk tari ini mengeluarkan 3 suara. Tari Tekuk Tilu ternyata merupakan tarian yang menjadi cikal bakal dari Tari Jaipong. 

Dahulunya, tarian ini dipentaskan sebagai penyambutan datangnya masa panen dengan tujuan ungkapan rasa syukur pada Dewi Sri. Namun seiring dengan zaman, tarian ini bersifat hanya hiburan saja. Biasanya penarinya berpasangan namun terkadang juga solo dancer, dalam geraka tari Jaipong selalu menggunakan gerakan goyang, muncid, geol, gitak, dan pencak.

Kostum yang digunakan untuk pria adalah baju kampret, celana pengsi dengan atribut golok. Sedangkan untuk wanita, menggunakan kebaya dan sinjang dilengkapi selendang dan beberapa atribut seperti gelung, sabuk, dan kalung. Musik pengiringnya adalah gong, kecrek, kulanter, rebab, kempul dan kendang besar.

 

2.     Tari Jaipong





    Jaipong berasal dari Sunda, diciptakan oleh Gugum Gumbira. Tarian ini sangat dilestarikan oleh orang-orang yang mencintai budayanya, sampai-sampai dibuka komunitas penari Jaipong. Tarian ini menjadi salah satu tarian khas Jawa Barat dan dipentaskan bila ada acara-acara pemerintahan, dan ketika acara pernikahan.

Dulu gerakan tarian ini membuat kontroversi karena mengedepankan gerakan erotis dan keindahan dalam berlenggak lenggok. Terlebih saat tahun 1980, tari Jaipong sempat disiarkan disalah satu chanel TV dan membuat tarian tersebut dikenal masyarakat luas.

 

3

Bagusnya, Tari Jaipong telah diakui oleh berbagai negara, negara  Indonesia pun pasti bangga. Saya berharap para seniman generasi penerus dapat mempertahankan kesenian tradisional dan menggali seni lebih dalam lagi. Kalau difikir-fikir, bila saja tarian ini dikombinasikan dengan gerakan modern, maka akan lebih bagus hasilnya. Tetap ada unsur tradisional, namun mengikuti perkembangan zaman. Bisa kita ambil contoh penari tradisional modern Sandrina.

3.     Tari Keurseus





 Tari Keurseus berasal dari tanah Sunda, kata ‘keurseus’ itu sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya kursus. Tarian ini dari seniman asal Cirebon. Awalnya tarian ini ditarikan oleh 2 orang yaitu Bapak Kontjer dan Bapak Wentar, diluar dugaan tarian ini disenangi oleh masyarakat, maka banyak orang yang ingin belajar tarian ini. Hingga sekarang, peminat tari Keurseus adalah pria.

Tari Keurseus pun dibagi menjadi 3 jenis yaitu tari gawil, kawiran dan lenyepan. Gerakan tarian keurseus hampir mirip dengan gerakan tari Tayuban. Tapi dalam 3 jenis itu, masing-masing jenis memiliki karakteristik masing-masing.

Pakaian yang digunakan adalah pakaian menak atau pakaian tradisional seperti baju takwa, dilengkapi sinjang bermotif batik. Biasanya dilengkapi dengan tutup kepala seperti bendo citak, dengan membawa keris sebagai aksesoris dipinggang. Seiring dengan zaman tari ini terus dikembangkan sehingga mengandung beberapa karakter yang berbeda.

4.      Tari Gapura Hyang




 Gapura Hyang merupakan tari persembahan khas Kabupaten Bandung Barat, menceritakan sebuah legenda Dayang Sumbi dalam sasakala Tangkuban Perahu. Legenda seorang ibu yang arif dan bijaksana tatkala menghadapi angkara sang buah hati, Sangkuriang.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat melaksanakan program kerja bersama Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dalam mewujudkan sebuah karya Seni Tari Persembahan khas Kabupaten Bandung Barat.

 

 

 

4

5.      Tari Kamonesan Hajat Cai





    Tari Kamenasan Hajat Cai atau Aneka Seni Syukuran Air ini mencoba menggali dan memadukan upacara Ngalokat Cai atau Nyalametkeun Solokan dengan kesenian Sasapian dari daerah Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Pertunjukan kesenian Sasapian dipertunjukkan oleh sejumlah penari dan diiringi oleh musik tradisional Sunda dengan menggunakan instrumen kendang, terompet dan gong. Tarian ini bermaksud untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, karena telah memberikan air yang berlimpah dan tanaman padi serta tanaman bunga yang tumbuh subur.

6.      Tari Ngajayak Topeng Kemprung Tarung Adu Tomat




    Ngajayak Topeng Kemprung Tarung Adu Tomat merupakan tarian persembahan sebelum digelarnya perang tomat untuk memberikan topeng kepada para ksatria yang siap berlaga adu tomat. Tarung adu Tomat diselenggarakan di Kampung Cikareumbi Desa Cikidang-Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tomat yang dipakai untuk perang adalah bentuk pengorbanan warga sebagai rasa syukur atas hasil panen yang didapat. Selain bentuk rasa syukur, perang tomat adalah sebuah bentuk ungkapan membuang sial dari segala macam hal buruk atau sifat yang tidak baik, tidak hanya dalam diri masyarakat, tetapi juga dalam tanaman.

7.      Tari Rampak Gendang/Kendang




    Tari rampak gendang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. "Rampak" berasal dari bahasa sunda yang bermakna serempak atau secara bersama-sama, jadi rampak gendang bisa diartikan sebagai suatu pertunjukkan gendang yang dimainkan secara bersama-sama.

Pemain musiknya tidak lain penari yang naik ke atas pentas. Biasanya tarian ini dimainkan oleh dua orang lebih. Membutuhka keselarasan gerakan dan tekanan pemukulan gendangyang sama saat menabuh. Tarian ini juga terkadang diiringi alat musik lain seperti gitar dan rebab.

 

5

          2.2 MAKNA-MAKNA YANG TERKANDUNG

Setiap tarian yang ada pastilah memiliki makna masing-masing yang ingin disampaikan oleh sang pencipta tarian. Dari mulai  hingga ungkapan rasa syukur. Berikut adalah makna-maknanya.

1.     Makna Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu memiliki makna kegembiraan untuk menyambut panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini dilakukan pada waktu malam hari.

 

2.     Makna Tari Jaipong

Makna yang terkandung dalam Tari Jaipong adalah merepresentasikan wanita sunda yang memiliki sifat energik, ramah, berani, pantang untuk menyerah, lincah, mandiri, bertanggung jawab, genit namun santun. Jaipong disebut hadir sebagai penolakan atas stereotip lawas yang menyebutkan wanita sunda pada umumnya malas, tidak mandiri, mudah menyerah dan lain sebagainya.

 

3.     Makna Tari Keurseus

Makna tari Keurseus adalah tantang keindahan. Tarian ini memiliki gerak tari yang tidak berpola khusus sehingga setiap penari bebas menarikan gerakan yang diinginkan.

 

4.     Makna Tari Gapura Hyang

Tari Gapura Hyang memilik makna sebagai suatu persembahan atas legenda seorang ibu yang arif dan bijaksana saat menghadapi angkara sang buah hati. Dengan gerakan yang anggun dan lemah lembut sebagaimana menggambarkan sosok seorang ibu.

 

5.     Makna Tari Kamonesan Hajat Cai

Tari Kamonesan Hajat Cai ini memiliki makna sebagai tarian syukur atas air yang telah didapat setelah mencoba menyelamatkan selokan atau parit.

 

6.     Makna Tari Ngajayak Topeng Kemprung Tarung Adu Tomat

Memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah, selain itu juga memiliki makna sebagai ungkapan untuk membuang sial dari segala macam hal buruk atau sifat yang tidak baik yang tidak hanya dalam diri masyarakat tetapi juga dalam tanaman.

 

7.     Makna Tari Rampak Gendang/Kendang

Tari Rampak Gendang memiliki makna filosofis di dalamnya. Kesenian ini mencerminkan masyarakat sunda yang harmonis yang berlandaskan sifat-sifat bergotong-royong dan kecerian.

 

6

 

2.3 upaya membuat generasi mendatang lebih mengenal dan  

      tertarik dengan seni tradisional

Di jaman sekarang dimana kemajuan teknologi telah demikian pesat, tidak seharusnya kita lalai dengan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut, karena muatan-muatan nilai luhur bangsa Indonesia tersimpan di setiap karya-karya itu.

Kemajuan teknologi internet dengan kemampuannya menembus batas-batas geografis, bahkan seakan dunia tak berjarak, bukanlah penghalang untuk tetap mewariskan budaya-budaya kita sendiri. Ini adalah tantangan kita bersama. Maka jika kita lalai akan budaya sendiri, sama saja kita mencabut akar dari budaya Indonesia, yang akan melahirkan budaya tidak beridentitas, bahkan akan terjebak pada euforia buadaya asing yang tidak jelas arahnya.

Di sini perlu ditekankan pula bahwa mencintai budaya bangsa bukanlah hal yang lantas dikatakan kuno dan ketinggalan jaman. Justru mencintai diri sendiri kebudayaan sendiri adalah kekuatan untuk mendobrak budaya asing yang akan masuk ke Indonesia.

Berikut adalah upaya membuat generasi mendatang lebih mengenal dan tertarik dengan seni tradisional :

1.      Melalui Cara Formal

Yaitu dengan cara mewujudkan suatu masyarakat yang mempunyai integrasi yang tinggi, yang dapat diwujudkan dengan :

a.       Menerapkan pendidikan multikultural

-          Mengembangkan sikap perhatian terhadap kebudayaan atau tradisis daerahnya sendiri.

-          Meninggalkan sifat acuh tak acuh terhadap tradisi sendiri.

-          Menanamkan kepercayaan dan toleransi.

-          Mengembangkan kesadaran sosial dan peranan individu.

b.      Membina hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan

-          Mendorong asimilasi dan kawin campur antara masyarakat sekitar dengan keluarga kraton.

-          Meningkatkan emansipasi wanita dalam berbagai kesenian.

2.      Melalui Cara Informal

a.       Pendekatan generasi muda terhadap tradisi dengan cara :

-          Suka atau sering menonton acara-acara kesenian.

-          Mendalami sejarah/cikal bakal tradisi kesenian.

-          Ikut berpartisispasi dalam pelestarian seni semisal mengadakan Festifal Budaya.

-          Mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap dapat bertahan.

-          Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain.

-          Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki.

 

    

 

7

BAB III

PENUTUP

 

3.1  KESIMPULAN

Indonesia memiliki begitu banyak suku, bahasa, budaya, dan penduduk. Bahkan suku Sunda pun memiliki begitu banyak tarian tradisional yang telah diwariskan dari para leluhur terdahulu. Dengan banyaknya budaya yang kita miliki seharusnya membuat kita bangga, dan membuat kita lebih menghargai dan menjaga kelestarian budaya kita agar tidak hilang mapun direbut bangsa lain.

Budaya tari suku Sunda tidak hanya tari Jaipong, melankan masi banyak lagi kesenian yang sebenarnya belum kita ketahui. Untuk mengetahuinya marilah kita melajar dan mendalami budaya kita lebih dalam lagi.

Setiap seni memiliki maknanya tersendiri, tidak terkecuali seni tari tradisional. Tarian tradisional pun memiliki maknanya tersendiri di dalam tetiap gerakannya, gerakannya pun tidak dibuat dengan asal-asalan melainkan mencari dan memperhatikan sisi keindahan dan mistiknya agar makna dari tarian tersebut terlihat.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

·         https://www.tokopedia.com/blog/tarian-tradisional-daerah-jawa-barat/

·         https://gpswisataindonesia.info/2020/07/tarian-tradisional-kabupaten-bandung-barat-jawa-barat/

·         http://repository.maranatha.edu/809/3/0663116_CHAPTER1.pdf

·         https://indonesia.go.id/ragam/seni/seni/sejarah-tari-sunda-dan-riwayat-pak-kayat

·         http://www.ragamseni.com/9-tarian-tradisional-dari-jawa-barat-yang-harus-dipertahankan/

·         http://www.ragamseni.com/9-tarian-tradisional-dari-jawa-barat-yang-harus-dipertahankan/

·         https://seringjalan.com/makna-dan-sejarah-tari-ketuk-tilu/#:~:text=Tarian%20ini%20merupakan%20tarian%20pergaulan,bertujuan%20untuk%20mengumpulkan%20para%20penontonnya

·         https://brainly.co.id/tugas/14928350#:~:text=Makna%20yang%20terkandung%20dalam%20Tari%20Jaipong%20adalah%20merepresentasikan%20wanita%20sunda,%2C%20bertanggungjawab%2C%20genit%20namun%20santun

·         http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=854&lang=id#:~:text=Tari%20Keurseus%20merupakan%20tari%20yang,kalangan%20menak%20(bangsawan)%20sunda.&text=Tarian%20mulai%20diberi%20struktur%20tertentu,tarian%20yang%20disebut%20ibing%20Patokan

·         https://id.wikipedia.org/wiki/Rampak_Kendang

·         https://www.kompasiana.com/putrikumalad/54f92141a33311ed068b4768/upaya-membangun-kesadaran-diri-para-generasi-muda-akan-budaya

 

8

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU DAERAH SUNDA

KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU DAERAH SUNDA         OLEH : TRIANISA MAYANGSARI (11520060)     FAKULTAS PSIKOLOGI PR...