KARYA ILMIAH
TEORI-TEORI BUDAYA
OLEH :
TRIANISA MAYANGSARI
(11520060)
FAKULTAS PSIKOLOGI
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun tulisan
ilmiah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam tulisan ilmiah ini saya
akan membahas mengenai teori-teori tentang kebudayaan.
Tulisan
ilmiah ini dibuat dengan berbagai sumber informasi untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan tulisan ilmiah ini. Oleh karena itu,
saya mengucapkan terima kasih kepada sumber-sumber informasi yang telah
membantu saya dalam menyusun tulisan ilmiah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada tulisan
ilmiah ini. Dimohon kemaklumannya, semoga tulisan ilmiah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua.
Tangerang Selatan, 28 Oktober 2020
TRIANISA MAYANGSARI
ii
DAFTAR ISI
SAMPUL....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii
BAB I -
PENDAHULUAN..........................................................................
1
1.1 Latar
Belakang................................................................................
1
1.2 Masalah...........................................................................................
2
1.3 Tujuan.............................................................................................
2
1.4 Manfaat...........................................................................................
2
1.5 Ruang Lingkup................................................................................ 2
BAB II - KAJIAN
TEORI............................................................................
3
2.1 Kebudayaan Asing Membentuk dan Mempengaruhi
Kebudayaan Indonesia.......... 3
2.2 Wujud-wujud yang Ada Dalam Kebudayaan............................................................ 4
2.3 Definisi Arti Budaya Menurut Pengalaman dan Ilmu Para Ahli............................... 5
BAB III -
PENUTUP....................................................................................
8
3.1 Kesimpulan...................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
8
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan
seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati, dan dimiliki bersama. Di dalam
kebudayaan terdapat kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Budaya atau
kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang
kemudian diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk
lain dari kata budaya adalah kultur, yang berasal dari bahasa Inggris
yaitu culture dan bahasa Latin colere.
Sedangkan teori
budaya merupakan cabang ilmu antropologi komparatif dan semiotika yang berupaya
mendefinisikan konsep heuristik budaya dalam istilah
operasional dan/atau ilmiah. Menurut David Kaplan dan Robert A. Manners, mereka merasa pemahaman
mengenai teori dan teorisasi dalam antropologi adalah sangat mutlak dikuasai.
Terlebih, ilmu ini tidak mengandung sifat yang eksak, yang dalam beberapa sisi
sangat memudahkan para ilmuwan alam dalam menyusun teori. Mereka kemudian membahas tipe-tipe teori budaya seturut dengan beberapa
aspek perilaku yang terlembagakan dan secara analistis dapat disendirikan untuk
memberikan penjelasan mengenai cara masyarakat memelihara dirinya sendiri dan
juga melaksanakan perubahan atau disebut dengan subsistem-subsistem yang utama
yang diakui oleh antropolog, yaitu teknoekonomi, struktur sosial, ideologi, dan
kepribadian (Kaplan & Manners, 1999;2012: 124).
Kebudayaan Indonesia
walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh
kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab dan
lain sebagainya. (Koentjaraningrat. 2003:73) Menurut BAKKER kata
kebudayaan berasal dari “Abhyudaya”, Sansekerta kata “Abhyudaya” menurut
Sanskrit Dictionary (Macdonell, 1954): yang berarti hasil baik, kemajuan,
kemakmuran yang serba Iengkap. Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan
dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu
bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi
Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta,
karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa
itu. Culture dari kata Latin colere “mengolah”, “mengerjakan”, dan
berhubungan dengan tanah atau bertani sama dengan “kebudayaan”, berkembang
menjadi” “segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan
mengubah alam”. (Koentjaraningrat. 2003:74)
Menurut Atmadja, teori kebudayaan adalah kebudayaan yang
timbul sebagai suatu usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di
daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha
kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan peradaban, budaya, dan persatuan
dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan atau memperkaya kebudayaan Indonesia, serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia. Dalam Koentjaraningrat, (2003 : 74 ) J.J
Honingmann mengatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, sedangkan (dalam
Koentjaraningrat. 2003:81) menurut C. Kluckhon terdapat tujuh unsur
kebudayaan.
1
Pada awalnya, konsep kebudayaan pertama kali di perkenalkan oleh Sir Edward
Brnett Taylor. Seorang ahli Antropologi Inggris pada tahun 1871, mendefinisikan
kebudayaan sebagai kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain. Pada waktu itu, banyak sekali
definisi mengenai kebudayaan baik dari para ahli antropologi, sosiologi,
filsafat, sejarah dan kesusastraan. Bahkan pada tahun 1950, A.L. Kroeber
dan Clyde Kluchkhon telah berhasil mengumpulkan lebih dari serats
definisi ( 176 definisi ) yang diterbitkan dalam buku berjudul Culture : A
Critical Review of Concept and Definition (1952). Beberapa ahli juga telah mendefinisikan arti budaya menurut
pengalaman dan ilmu mereka masing-masing.
1.2 MASALAH
Ø Mengapa kebudayaan
Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar
asing?
Ø Apa
saja wujud dalam kebudayaan?
Ø Apa saja definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli?
1.3 TUJUAN
Ø Mendeskripsikan
alasan budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar asing.
Ø Mendeskripsikan wujud
dalam kebudayaan.
Ø Mendeskripsikan definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli.
1.4 MANFAAT
Ø Untuk mengetahui alasan budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar asing.
Ø Untuk mengetahui
wujud-wujud dalam kebudayaan.
Ø Untuk
mengetahui definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli.
1.5
RUANG LINGKUP
Dalam karya tulis ini akan dijelaskan beberapa masalah mengenai alasan
budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan asing dan mengenali
wujud-wujud yang ada dalam kebudayaan. Kemudian mencantumkan definisi dari arti
budaya menurut pengalaman dan ilmu dari para ahli.
2
BAB II
KAJIAN TEORI
Indonesia telah berakulturasi dengan budaya asing
dalam waktu yang cukup lama. Letak strategis Indonesia yang berada pada 2 jalur
pusat perdagangan Internasional (India dan Cina) pada masa lampau memberi
pengaruh besar pada kebudayaan pribumi. Dengan terjadinya percampuran antara
budaya asing dengan lokal, mengakibatkan perkembangkan kebudayaan asli setempat
dan membuatnya memiliki kemiripan dengan budaya yang masuk tersebut.
Contohnya :
- Seni rupa : Relief di
candi borobudur yang terdapat cerita mahabarata dari India dan juga
cerita kehidupan penduduk setempat.
- Bahasa : Bahasa
Sansekerta (Indo-Eropa) yang berakulturasi dengan bahasa setempat membentuk bahasa Jawa
kuno, Bali kuno dan Bugis.
- Tulisan : Huruf
Pallawa/Pallava (India) yang berakulturasi dengan huruf asli daerah setempat membentuk huruf Jawa kuno, Bali kuno dan Bugis.
- Kepercayaan : Agama
Islam yang dipadukan dengan Animisme dan Dinamisme.
- Pemerintahan :
Kerajaan tapi masih menggunakan budaya lokal seperti musyawarah untuk menentukan
penerus raja saat raja tidak memiliki keturunan. Seperti pada masa Majapahit, pemerintahan Hayam Wuruk.
Selain dari pengaruh budaya asing pada masa lampau,
perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi
budaya, terutama pengaruh budaya barat. Pengaruh interaksi dengan budaya barat
mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia juga dikenal dengan negara
multi etnis dan agama, dari situlah Indonesia memiliki ragam budaya yang
berbeda-beda. Dari setiap budaya tersebut terdapat nilai-nilai sosial dan seni
yang tinggi. Pada kondisi saat ini, kebudayaan Indonesia kian memudar secara
perlahan akibat dari dampak negatif perkembangan teknologi.
3
Kebudayaan barat yang masuk sebenarnya memiliki sisi
positif seperti kreatifitas, inovasi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, hidup disiplin dan profesionalitas dalam berbagai bidang, dan
lain-lain. Namun dampak negatif kebudayaan asing dikalangan remaja sudah sampai
tahap memprihatinkan. Misal dari cara berpakaian, bahasa gaul yang digunakan,
mengikuti tren terkini yang bertolak belakang dengan ajaran agama maupun adat
istiadat, pergaulan bebas dan berhura-hura. Mereka menganggap bahwa kebudayaan
Indonesia tidak modern dan sudah ketinggalan zaman. Sehingga pada akhirnya para
remaja lebih menyukai kebudayaan barat dibanding kebudayaan sendiri.
Dalam Koentjaraningrat,
(2003 : 74 ) J.J Honingmann mengatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, yaitu :
1.
Ideas
Wujud
tersebut menunjukan wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat
diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga
masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Budaya ideal
mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan,
kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun.
Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2. Activities
Wujud
tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan
berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan
didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas
manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya
dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3.Artifacts
Wujud ini
disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik.
Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan.
Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.
4
Sedangkan (dalam Koentjaraningrat. 2003:81)
terdapat tujuh unsur kebudayaan menurut C. Kluckhon, antara lain :
- Bahasa
- Sistem pengetahuan
- Organisasi sosial
- Sistem peralatan hidup dan teknologi
- Sistem mata pencarian hidup
- Sistem religi
- Kesenian
Kebudayaan sebagai suatu pengetahuan yang dipelajari orang sebagai anggota dari
suatu kelompok tidak dapat diamati secara langsung. Jika kita ingin
menemukan hal yang diketahui orang maka kita harus menyelami alam pikir mereka.
Dimana-mana setiap ingin mempelajari kebudayaan pasti dengan mengamati orang
lain, mendengarkan mereka, kemudian membuat suatu kesimpulan. Maka disinilah
peran seorang etnografer melakukan proses yang sama, yaitu dengan memahami hal
yang dilihat dan didengarkan untuk menyimpulkan hal yang diketahui orang,
dimana hal ini meliputi pemikiran atas kenyataan. Dalam melakukan kerja
lapangan, etnografer membuat sebuah kesimpulan budaya dari tiga sumber sehingga
hal ini menjadi dasar adanya saling keterkaitan yang sangat kuat tentang
Etnografi dan Kebudayaan itu sendiri yaitu:
- Dari hal yang dikatakan orang
- Dari cara orang bertindak, dan
- Dari berbagai artefak yang digunakan orang.
Berikut
definisi menurut para ahli :
1. E.B. Taylor
Seorang antropolog
Inggris bernama E.B Taylor mendefinisikan budaya sebagai sesuatu kompleks yang
mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
lainnya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Kluckhohn dan Kelly
Pengertian budaya menurut
Clyde Kluckhohn dan William Henderson Kelly dalam bukunya The concept of
culture adalah semua rancangan hidup yang diciptakan secara historis baik
secara eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional, yang ada pada
waktu tertentu sebagai panduan potensial dalam perilaku manusia.
5
3. Louise Damen
Louise Damen menulis dalam
bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa
budaya mempelajari berbagi pola atau model manusia untuk hidup seperti pola
hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua aspek interaksi sosial
manusia. Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia.
4. Geert Hofstede
Menurut Geert Hofstede seorang
psikolog sosial Belanda dalam bukunya National cultures and corporate cultures.
In L.A. Samovar & R.E. Porter (Eds.), Communication Between Cultures bahwa
budaya adalah pemrograman kolektif pikiran yang membedakan anggota dari satu
kategori orang dari yang lain.
5.Ralph Linton
Seorang Antropolog
Amerika di abad 20an, Ralph Linton mendefinisikan budaya dalam bukunya The
Cultural Background of Personality. Menurutnya budaya adalah Budaya adalah
susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya
dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu.
6. Eduard Spranger
Menurut Edward
Spranger seorang filsuf dan psikolog Jerman,kebudayaan adalah segala bentuk
atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah
perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.
7. Melville Jean Herskovits
Herskovits merupakan
antropolog Amerika yang membantu membangun studi Afrika dan Afrika-Amerika di
akademisi Amerika memberi definisi budaya sebagai sesuatu yang turun temurun
dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganik.
8. William H. Haviland
Pengertian budaya
menurut William H. Haviland adalah seperangkat peraturan dan norma yang
dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat. Jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima
oleh semua masyarakat.
9. Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi
Selo Soemardjan
merupakan sosiolog serta tokoh pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Sedangkan
Soelaeman Somardi merupakan seorang sosiolog Indonesia. Keduanya
merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta
masyarakat.
6
10. William H. Haviland
Menurut William
H. Haviland kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki
bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima
oleh seluruh masyarakat.
11. Koentjaraningrat
Antopolog
Indonesia Koentjaraningrat memberi pengertian budaya sebagai sebuah sistem
gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang
di dalam kehidupannya yang bermasyarakat. Selain itu Koentjaraningrat
juga mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris
yaitu "colere" yang kemudian menjadi "culture" dan
didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan
mengubah alam.
12. Soerjono Soekanto
Soerjono Soekanto
merupakan seorang sosiolog. Ia mengartikan budaya sebagai sesuatu yang mencakup
semua yang didapat atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
13. Mangunsarkoro
Menurut
Mangunsarkoro, kebudayaan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang
merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya.
14. Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar
Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai buah budi manusia yang merupakan
hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Hal
itu merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan
dan kesukaran guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan.
Demikian pengertian budaya
menurut para ahli yang dapat saya rangkumkan. Dengan memahami pengertian budaya
menurut para ahli tersebut diharapkan kita dapat lebih menghargai
keanekaragaman budaya kita.
7
BAB III
PENUTUP
Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan
manusia, yang dihayati, dan dimiliki bersama. Sedangkan teori budaya
merupakan cabang ilmu antropologi komparatif dan semiotika yang berupaya
mendefinisikan konsep heuristik budaya dalam istilah
operasional dan/atau ilmiah. Kebudayaan di Indonesia bisa beraneka ragam dikarenakan jalur
perdagangan internasional pada masa lampau yang membawa kebudayaan besar
lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab, dan lainya
sehingga membentuk dan mempengaruhi budaya di Indonesia. Usaha
kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan peradaban, budaya, dan persatuan
dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan atau memperkaya kebudayaan Indonesia, serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
- (Koentjaraningrat.
2003 : 74 ) , (Koentjaraningrat. 2003:73) , (Koentjaraningrat
2000:181) , (Koentjaraningrat. 2003:81).
- Kaplan, David dan
Robert. A. Manner.1999.Teori Budaya.Yogyakarta:Pustaka
Pelajar.
- Liputan
6 = https://www.liputan6.com/citizen6/read/3868276/pengertian-budaya-menurut-para-ahli-jangan-keliru-memaknainya#:~:text=Menurutnya%20budaya%20adalah%20Budaya%20adalah,ditularkan%20oleh%20anggota%20masyarakat%20tertentu.&text=Menurut%20Edward%20Spranger%20seorang%20filsuf,ekspresi%20dari%20kehidupan%20batin%20masyarakat
- Wikipedia
Indonesia = https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
- Wikipedia
Inggris = https://g.co/kgs/53MVK9
- Blogger = http://anggindee.blogspot.com/2017/01/pengertian-teori-budaya-dan-akulturasi.html
- PDF
UI = http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123482-RB02M109c-Candrasengkala%20sebagai-Pendahuluan.pdf
- Berita
Bojonegoro = https://beritabojonegoro.com/read/11412-pengaruh-budaya-asing-terhadap-budaya-indonesia-dikalangan-remaja.html
8

Tidak ada komentar:
Posting Komentar