Rabu, 28 Oktober 2020

KARYA ILMIAH TEORI BUDAYA

KARYA ILMIAH 

TEORI-TEORI BUDAYA

 

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

OLEH :

TRIANISA MAYANGSARI

(11520060)

 

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

 

2020/2021

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

   Puji dan syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan  Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun tulisan ilmiah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam tulisan ilmiah ini saya akan membahas mengenai teori-teori tentang kebudayaan.

 Tulisan ilmiah ini dibuat dengan berbagai sumber informasi untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan tulisan ilmiah ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada sumber-sumber informasi yang telah membantu saya dalam menyusun tulisan ilmiah ini.

   Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada tulisan ilmiah ini. Dimohon kemaklumannya, semoga tulisan ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

                                                 Tangerang Selatan, 28 Oktober 2020

 

 

 

                                          TRIANISA MAYANGSARI

 

 

 

 

 

 

 

ii

 

DAFTAR ISI

 

 

 

  SAMPUL....................................................................................................... i 

  KATA PENGANTAR................................................................................... ii

  DAFTAR ISI................................................................................................. iii

  BAB I - PENDAHULUAN.......................................................................... 1

       1.1 Latar Belakang................................................................................ 1

          1.2 Masalah........................................................................................... 2

          1.3 Tujuan............................................................................................. 2

          1.4 Manfaat........................................................................................... 2

          1.5 Ruang Lingkup................................................................................ 2

  BAB II - KAJIAN TEORI............................................................................ 3

        2.1 Kebudayaan Asing Membentuk dan Mempengaruhi Kebudayaan Indonesia.......... 3

          2.2 Wujud-wujud yang Ada Dalam Kebudayaan............................................................ 4

           2.3 Definisi Arti Budaya Menurut Pengalaman dan Ilmu Para Ahli............................... 5 

  BAB III - PENUTUP.................................................................................... 8

          3.1 Kesimpulan...................................................................................... 8 

  DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 LATAR BELAKANG

         Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati, dan dimiliki bersama. Di dalam kebudayaan terdapat kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang kemudian diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur, yang berasal dari bahasa Inggris yaitu culture dan bahasa Latin colere.

         Sedangkan teori budaya merupakan cabang ilmu antropologi komparatif dan semiotika yang berupaya mendefinisikan konsep heuristik budaya dalam istilah operasional dan/atau ilmiah. Menurut David Kaplan dan Robert A. Manners, mereka merasa pemahaman mengenai teori dan teorisasi dalam antropologi adalah sangat mutlak dikuasai. Terlebih, ilmu ini tidak mengandung sifat yang eksak, yang dalam beberapa sisi sangat memudahkan para ilmuwan alam dalam menyusun teori. Mereka kemudian membahas tipe-tipe teori budaya seturut dengan beberapa aspek perilaku yang terlembagakan dan secara analistis dapat disendirikan untuk memberikan penjelasan mengenai cara masyarakat memelihara dirinya sendiri dan juga melaksanakan perubahan atau disebut dengan subsistem-subsistem yang utama yang diakui oleh antropolog, yaitu teknoekonomi, struktur sosial, ideologi, dan kepribadian (Kaplan & Manners, 1999;2012: 124).

             Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab dan lain sebagainya. (Koentjaraningrat. 2003:73)  Menurut BAKKER kata kebudayaan berasal dari “Abhyudaya”, Sansekerta  kata “Abhyudaya” menurut Sanskrit Dictionary (Macdonell, 1954): yang berarti hasil baik, kemajuan, kemakmuran yang serba Iengkap. Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu. Culture dari kata Latin  colere “mengolah”, “mengerjakan”, dan berhubungan dengan tanah atau bertani sama dengan “kebudayaan”, berkembang menjadi” “segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam”. (Koentjaraningrat. 2003:74)

              Menurut Atmadja, teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan peradaban, budaya, dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan Indonesia, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Dalam Koentjaraningrat, (2003 : 74 ) J.J Honingmann mengatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, sedangkan  (dalam Koentjaraningrat. 2003:81) menurut C. Kluckhon terdapat tujuh unsur kebudayaan.

1

              Pada awalnya, konsep kebudayaan pertama kali di perkenalkan oleh Sir Edward Brnett Taylor. Seorang ahli Antropologi Inggris pada tahun 1871, mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain. Pada waktu itu, banyak sekali definisi mengenai kebudayaan baik dari para ahli antropologi, sosiologi, filsafat, sejarah dan kesusastraan. Bahkan pada tahun 1950, A.L. Kroeber dan Clyde Kluchkhon telah berhasil mengumpulkan lebih dari serats definisi  ( 176 definisi ) yang diterbitkan dalam buku berjudul Culture  : A Critical Review of Concept and Definition (1952). Beberapa ahli  juga telah mendefinisikan arti budaya menurut pengalaman dan ilmu mereka masing-masing. 

 

1.2 MASALAH

Ø  Mengapa kebudayaan Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar asing?

Ø  Apa saja wujud dalam kebudayaan?

Ø  Apa saja definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli?

      1.3 TUJUAN 

Ø  Mendeskripsikan alasan budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar asing.

Ø  Mendeskripsikan wujud dalam kebudayaan.

Ø  Mendeskripsikan definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli.

1.4 MANFAAT

Ø Untuk mengetahui alasan budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar asing.

Ø Untuk mengetahui wujud-wujud dalam kebudayaan.

Ø Untuk mengetahui definisi arti budaya menurut pengalaman dan ilmu para ahli.

 

1.5 RUANG LINGKUP

               Dalam karya tulis ini akan dijelaskan beberapa masalah mengenai alasan budaya Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan asing dan mengenali wujud-wujud yang ada dalam kebudayaan. Kemudian mencantumkan definisi dari arti budaya menurut pengalaman dan ilmu dari para ahli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 BAB II
KAJIAN TEORI
 

2.1 Kebudayaan Besar Asing Membentuk dan Mempengaruhi Kebudayaan Indonesia

           Indonesia telah berakulturasi dengan budaya asing dalam waktu yang cukup lama. Letak strategis Indonesia yang berada pada 2 jalur pusat perdagangan Internasional (India dan Cina) pada masa lampau memberi pengaruh besar pada kebudayaan pribumi. Dengan terjadinya percampuran antara budaya asing dengan lokal, mengakibatkan perkembangkan kebudayaan asli setempat dan membuatnya memiliki kemiripan dengan budaya yang masuk tersebut. 

      Contohnya :

  • Seni rupa : Relief di candi borobudur yang terdapat cerita mahabarata dari India dan juga cerita kehidupan penduduk setempat.
  • Bahasa : Bahasa Sansekerta (Indo-Eropa) yang berakulturasi dengan bahasa setempat                 membentuk bahasa Jawa kuno, Bali kuno dan Bugis.
  • Tulisan : Huruf Pallawa/Pallava (India) yang berakulturasi dengan huruf asli daerah                     setempat membentuk huruf Jawa kuno, Bali kuno dan Bugis.
  • Kepercayaan : Agama Islam yang dipadukan dengan Animisme dan Dinamisme.
  • Pemerintahan : Kerajaan tapi masih menggunakan budaya lokal seperti musyawarah                      untuk menentukan penerus raja saat raja tidak memiliki keturunan. Seperti pada masa Majapahit, pemerintahan Hayam Wuruk.

          Selain dari pengaruh budaya asing pada masa lampau, perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya, terutama pengaruh budaya barat. Pengaruh interaksi dengan budaya barat mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia juga dikenal dengan negara multi etnis dan agama, dari situlah Indonesia memiliki ragam budaya yang berbeda-beda. Dari setiap budaya tersebut terdapat nilai-nilai sosial dan seni yang tinggi. Pada kondisi saat ini, kebudayaan Indonesia kian memudar secara perlahan akibat dari dampak negatif perkembangan teknologi.

 

 

3

         Kebudayaan barat yang masuk sebenarnya memiliki sisi positif seperti kreatifitas, inovasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hidup disiplin dan profesionalitas dalam berbagai bidang, dan lain-lain. Namun dampak negatif kebudayaan asing dikalangan remaja sudah sampai tahap memprihatinkan. Misal dari cara berpakaian, bahasa gaul yang digunakan, mengikuti tren terkini yang bertolak belakang dengan ajaran agama maupun adat istiadat, pergaulan bebas dan berhura-hura. Mereka menganggap bahwa kebudayaan Indonesia tidak modern dan sudah ketinggalan zaman. Sehingga pada akhirnya para remaja lebih menyukai kebudayaan barat dibanding kebudayaan sendiri.

           

2.2 Wujud-wujud yang Ada Dalam Kebudayaan

              Dalam Koentjaraningrat, (2003 : 74 ) J.J Honingmann mengatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, yaitu :

     1. Ideas

Wujud tersebut menunjukan wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.

 

2. Activities

Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.

 

3.Artifacts

Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

 

 

 

 

 

 

4

Sedangkan  (dalam Koentjaraningrat. 2003:81) terdapat tujuh unsur kebudayaan menurut C. Kluckhon,  antara lain :

  1. Bahasa
  2. Sistem pengetahuan
  3. Organisasi sosial
  4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
  5. Sistem mata  pencarian  hidup
  6. Sistem  religi
  7. Kesenian

    Kebudayaan sebagai suatu pengetahuan yang dipelajari orang sebagai anggota dari suatu kelompok  tidak dapat diamati secara langsung. Jika kita ingin menemukan hal yang diketahui orang maka kita harus menyelami alam pikir mereka. Dimana-mana setiap ingin mempelajari kebudayaan pasti dengan mengamati orang lain, mendengarkan mereka, kemudian membuat suatu kesimpulan. Maka disinilah peran seorang etnografer melakukan proses yang sama, yaitu dengan memahami hal yang dilihat dan didengarkan untuk menyimpulkan hal yang diketahui orang, dimana hal ini meliputi pemikiran atas kenyataan. Dalam melakukan kerja lapangan, etnografer membuat sebuah kesimpulan budaya dari tiga sumber sehingga hal ini menjadi dasar adanya saling keterkaitan yang sangat kuat tentang Etnografi dan Kebudayaan itu sendiri yaitu:

 

  • Dari hal yang dikatakan orang
  • Dari cara orang bertindak, dan
  • Dari berbagai artefak yang digunakan orang.

 

2.3 Definisi Arti Budaya Menurut Pengalaman dan Ilmu Para Ahli

        Berikut definisi menurut para ahli :

1. E.B. Taylor

        Seorang antropolog Inggris bernama E.B Taylor mendefinisikan budaya sebagai sesuatu kompleks yang mencakup pengetahuan kepercyaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lainnya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat 

2. Kluckhohn dan Kelly 

      Pengertian budaya menurut Clyde Kluckhohn dan William Henderson Kelly dalam bukunya The concept of culture adalah semua rancangan hidup yang diciptakan secara historis baik secara eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional, yang ada pada waktu tertentu sebagai panduan potensial dalam perilaku manusia.

 

5

3. Louise Damen

      Louise Damen menulis dalam bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa budaya mempelajari berbagi pola atau model manusia untuk hidup seperti pola hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua aspek interaksi sosial manusia. Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia. 

4. Geert Hofstede

      Menurut Geert Hofstede seorang psikolog sosial Belanda dalam bukunya National cultures and corporate cultures. In L.A. Samovar & R.E. Porter (Eds.), Communication Between Cultures bahwa budaya adalah pemrograman kolektif pikiran yang membedakan anggota dari satu kategori orang dari yang lain.

5.Ralph Linton

          Seorang Antropolog Amerika di abad 20an, Ralph Linton mendefinisikan budaya dalam bukunya The Cultural Background of Personality. Menurutnya budaya adalah Budaya adalah susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu. 

6. Eduard Spranger 

          Menurut Edward Spranger seorang filsuf dan psikolog Jerman,kebudayaan adalah segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.

7.  Melville Jean Herskovits 

       Herskovits merupakan antropolog Amerika yang membantu membangun studi Afrika dan Afrika-Amerika di akademisi Amerika memberi definisi budaya sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik. 

8. William H. Haviland

        Pengertian budaya menurut William H. Haviland adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat. Jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.

9. Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi

       Selo Soemardjan merupakan sosiolog serta tokoh pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Sedangkan Soelaeman Somardi merupakan seorang sosiolog Indonesia. Keduanya  merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. 

 

 

6

10. William H. Haviland 

          Menurut William H. Haviland kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh seluruh masyarakat.

11. Koentjaraningrat 

           Antopolog Indonesia Koentjaraningrat memberi pengertian budaya sebagai sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang di dalam kehidupannya yang bermasyarakat.  Selain itu Koentjaraningrat juga mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris  yaitu "colere" yang kemudian menjadi "culture" dan didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

12.  Soerjono Soekanto

       Soerjono Soekanto merupakan seorang sosiolog. Ia mengartikan budaya sebagai sesuatu yang mencakup semua yang didapat atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

13. Mangunsarkoro

          Menurut Mangunsarkoro, kebudayaan didefinisikan sebagai  segala sesuatu yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya.

14. Ki Hajar Dewantara

           Ki Hajar Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Hal itu merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan. 

      Demikian pengertian budaya menurut para ahli yang dapat saya rangkumkan. Dengan memahami pengertian budaya menurut para ahli tersebut diharapkan kita dapat lebih menghargai keanekaragaman budaya kita.

 

 

 

 

 

 

 

7

BAB III

PENUTUP

 

3.1 KESIMPULAN

            Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati, dan dimiliki bersama. Sedangkan teori budaya merupakan cabang ilmu antropologi komparatif dan semiotika yang berupaya mendefinisikan konsep heuristik budaya dalam istilah operasional dan/atau ilmiah. Kebudayaan di Indonesia bisa beraneka ragam dikarenakan jalur perdagangan internasional pada masa lampau yang membawa kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Eropa, Tionghoa, India, Arab, dan lainya sehingga membentuk dan mempengaruhi budaya di Indonesia. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan peradaban, budaya, dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan Indonesia, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

8


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU DAERAH SUNDA

KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU DAERAH SUNDA         OLEH : TRIANISA MAYANGSARI (11520060)     FAKULTAS PSIKOLOGI PR...